Pola Kalimat Kepemilikan Dan KoSoADo Bagian 2

  • Whatsapp
kono sono ano dono

Pola Kalimat Penunjuk Benda Dan Partikel の (no)

Ketemu lagi besama admin satu-satunya di sini. Setelah belakangan sering update informasi seputar kerja ke Jepang, kali ini saya akan update materi bahasa Jepang dasar lagi.

Buat teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang otodikak tetap semangat ya. Biar cepet bisa bahasa Jepangnya dan cepet-cepet nyusul kerja ke Jepang. Tetap yakin karena usaha keras tidak akan mengkhianati hasil.

Read More

Ok langsung saja kita ke pembahasan kali ini, sebelumnya kita sudah mempelajari pola kalimat menggunakan kata tunjuk これ, それ, あれ dan kata tanya どれ. Kata tunjuk tersebut memiliki arti ini, itu, dan kata tanya yang mana. Dimana penggunaanya bisa berdiri sendiri sebagai subjek atau objek yang mewakili suatu benda.

Materi yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah kata tunjuk この, その, あの dan どの. Meskipun memiliki arti yang sama dengan kata tunjuk “kore, sore, are dan dore“, ada perbedaan penggunaan dalam kalimat. Kita tahu kata tunjuk yang kita pelajari sebelumnya (kore, sore, are dan dore) bisa berdiri sendiri sebagai subjek maupun objek. Nah kata “kono, sono, ano dan dono” tidak bisa berdiri sendiri, harus ada kata benda yang menyertainya.

Lebih jelasnya perhatikan penjelasannya dibawah ini. Tapi sebelumnya mari kita belajar tentang partikel “no/の” agar nanti lebih mudah dalam membuat contoh kalimat.

Partikel の, Pola Kalimat Kepemilikan

Dalam bahasa Jepang ada beberapa partikel penghubung yang harus kita pelajari. Salah satunya partikel は yang sudah kita pelajari sebelumnya, yang memiliki fungsi sebagai penanda topik. Ada lagi partikel の yang akan kita bahas kali ini.

Partikel の memiliki banyak fungsi. Diantaranya sebagai sebagai penghubung 2 kata benda dan juga untuk penunjuk kepemilikan.

Penghubung 2 Kata Benda

Dalam bahasa Indonesia saat kita ingin mengucapkan 2 kata benda yang saling berhubungan, kita bisa langsung menggabungnya begitu saja. Misalnya kata “Jepang” dan “Mobil”, saat ingin mengatakan “mobil Jepang” kita bisa langsung menggabungnya. Sedangkan dalam bahasa Jepang kita harus menambahkan partikel の diantara 2 kata benda tersebut.

Selain menambahkan partikel “no” posisi kata benda juga berlawanan dengan pola kalimat bahasa Indonesia. Karena dalam bahasa Indonesia menganut struktur kalimat “Diterangkan Menerangkan”, sedangkan bahasa Jepang menganut struktur “Menerangkan Diterangkan”.

Sebagai contoh kalimat dalam bahasa Indonesia “Mobil Jepang”, jika memakai struktur bahasa Jepang akan menjadi “Jepang の Mobil”. Dan jika diubah ke bahasa Jepang menjadi “Nihon no Kuruma” (Nihon=Jepang, Kuruma=mobil).

POLA : KB の KB です。

Contoh :

  • インドネシアの歌です。
    • Indonesia no uta desu.
    • lagu Indonesia
  • 日本の料理です。
    • Nihon no ryouri desu.
    • masakan Jepang.
  • ダイハツの車です。
    • Daihatsu no kuruma desu.
    • mobil daihatsu.

Menunjukkan Kepemilikan

Partikel の juga berfungsi sebagai penanda kepemilikan. Misalnya seperti kalimat buku saya, teman saya, keluarga anda, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan penghubung kata benda, posisi kalimat juga kebalikan dari bahasa Indonesia.

POLA : KB (pemilik) の KB (yang dimiliki) です。

Contoh :

  • 私の本です。
    • watashi no hon desu.
    • buku milik saya.
  • 私のともだちです。
    • watashi no tomodachi desu.
    • teman saya.
  • あなたの家族です。
    • anata no kazoku desu.
    • keluarga anda.
  • 田中さんの家ですか。
    • Tanaka-san no ie desuka?
    • apakah rumah milik pak Tanaka?

Kono….. (この)

Kata tunjuk “Kono…..” memiliki arti “…..ini”. Sehingga dalam penggunaanya harus disertai dengan kata benda dan tidak bisa berdiri sendiri. Kono dipakai untuk menunjuk benda yang dekat dengan si pembicara.

Contoh :

  • この本は私のです。
    • kono hon wa watashi no desu.
    • buku ini adalah milik saya.
  • このペンはだれのですか。
    • kono pen wa dare no desuka?
    • bolpen ini milik siapa?

Sono…… (その)

Kata tunjuk “Sono……” memiliki arti “…..itu”. Dipakai untuk menunjuk benda yang posisinya dekat dengan lawan bicara.

Contoh :

  • そのかばんはだれのですか。
    • sono kaban wa dare no desuka?
    • tas itu milik siapa?
  • そのカメラは何のカメラですか。
    • sono kamera wa nan no kamera desuka?
    • kamera itu kamera apa?
  • このカメラはキャノンのカメラです。
    • kono kamera wa kyanon no kamera desu.
    • kamera ini adalah kamera Canon.

Ano…… (あの)

Kata tunjuk “Ano……” memiliki arti “……itu”. Tetapi ditujukan untuk benda yang jauh dari si pembicara maupun lawan bicara.

Contoh :

  • あの人はだれですか。
    • ano hito wa dare desuka?
    • orang itu siapa?
  • あの車です。
    • ano kuruma desu.
    • orang itu.
  • あの学校は何の学校ですか。
    • ano gakkou wa nan no gakkou desuka?
    • sekolah itu sekolah apa?
  • あの学校は小学校です。
    • ano gakkou wa shougakkou desu.
    • sekolah itu adalah sekolah dasar.

Dono…… (どの)

Terakhir adalah kata tanya “Dono……” yang memiliki arti “……yang mana”. Jawaban dari kata tanya dono ini bisa bervariasi, tergantung pada situasi pembicaraan.

Contoh :

  • 田中さんはどの人ですか。
    • Tanaka-san wa dono hito desuka?
    • Pak Tanaka orang yang mana?
  • 田中さんはあの人です。
    • Tanaka-san wa ano hito desu.
    • Pak Tanaka adalah orang itu.
  • ドイツのうでどけいはどのうでどけいですか。
    • Doitsu no udedokei wa dono udedokei desuka?
    • Jam tangan buatan Jerman jam tangan yang mana?
  • このうでどけいです。
    • kono udedokei desu.
    • jam tangan ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *