Kata Sifat Dalam Bahasa Jepang Dan Contoh Penggunaanya

  • Whatsapp
Kata sifat bahasa jepang

Kata sifat adalah pengelompokan kosakata yang berfungsi untuk menerangkan kondisi atau keadaandari kata benda. Hampir dalam semua bahasa terdapat pengelompokan kata seperti ini. Baik bahasa Indonesia, Inggris maupun bahasa Jepang. Hanya saja jenis pengelompokannya saja yang agak berbeda.

Baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia, kata sifat memiliki 2 fungsi, yaitu untuk menjelaskan kondisi kata benda, dan juga sebagai predikat. Masih bingung? Coba perhatikan perbedaan 2 kalimat berikut ini,

Read More

Mobil mahal (menyatu sebagai subjek/menerangkan ciri)

Mobil ini mahal (sebagai predikat)

Dalam bahasa Jepang, kata sifat dikelompokan mejadi 2 jenis kata sifat. Yaitu kata sifat -i atau i-keiyooshi dan kata sifat -na atau na-keiyooshi. Keiyooshi sendiri jika diartikan ke bahasa berarti “kata sifat”.

Lalu apa bedannya kata sifat -na dengan kata sifat -i?

Secara fungsi keduanya sama-sama memiliki fungsi yang sama, yaitu menerangkan sebuah kata benda. Hanya saja cara penggunaan dalam kalimat sedikit berbeda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasannya berikut ini.

Kata Sifat -i Dan Perubahan Bentuknya

Kata sifat i dalam bahasa jepang, mempunyai ciri-ciri memiliki huruf i di akhir katanya. Misalnya kata yasui, atsui, samui, dll. Tetapi ada pengecualian untuk kata kirei, kirai, dan yuumei. Ketiga kata ini termasuk dalam kata sifat -na.

Padahal 3 kata sifat diatas berakhiran huruf -i, kenapa termasuk dalam kata sifat -na? Mari kita bahas nanti dalam materi kata sifat -na. Untuk daftar kosakata kata sifat -i lengkap, anda bisa melihat di materi sebelumnya.

Pola Kalimat Kata Sifat -i

Untuk menggunakan kata sifat -i kedalam sebuah kalimat sangatlah mudah. Sama hanya dalam bahasa indonesia, ada 2 jenis penggunaan yaitu sebagai subjek dan menjelasakan kondisi subjek.

KB は KS です。(Sebagai Predikat)

Contoh :

  • このみかん は 甘いです。(kono mikan ha amai desu)
    • jeruk ini manis
  • この車 は 高いです。(kono kuruma ha takai desu)
    • mobil ini mahal
  • 漢字 は 難しいです。(kanji ha muzukashii desu)
    • huruf kanji sulit

KS+KB です。(Menerangkan Kondisi Kata Benda/Subjek)

Dalam bahasa jepang, kata sifat yang menggambarkan suatu kata benda diletakkan sebelum kata benda yang diterangkan. Atau biasa disebut dengan “Menerangkan Diterangkan”. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang memakai pola “Diterangkan Menerangkan”.

Misalnya dalam bahasa Indonesia “mobil merah” maka dalam bahasa jepang menjadi “merah mobil”, sama halnya dengan bahasa Inggris. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini,

Contoh :

  • 美味しい食べ物です。(oishii tabemono desu)
    • makanan enak
  • 優しい人です。(yasashii hito desu)
    • orang ramah
  • 赤い車です。(akai kuruma desu)
    • mobil merah

Perubahan Bentuk Kata Sifat -i

Berbeda dengan bahasa Indonsia, dalam bahasa Jepang kita harus merubah bentuk kata sifat sesuai dengan kondisi. Misalnya bentuk negatif, bentuk lampau, dan negatif lampau.

Perubahan Bentuk Negatif

Untuk merubah kata sifat -i ke bentuk lampau, kita harus merubah akhiran huruf i () menjadi kunai (くない). Sehingga artinya menjadi “tidak…..”

POLA : KB は KS (い) くないです。

Misal :

  • おいし —- おいしくない
  • さむ —- さむくない
  • あか —- あかくない
  • あつ —- あつくない
  • かわい —- かわいくない

Contoh :

  • このお茶は甘くないです。甘 menjadi 甘くない
    • kono ocha ha amakunai desu.
    • teh hijau ini tidak manis.
  • このカメラは高くないです。高 menjadi 高くない
    • kono kamera ha takakunai desu.
    • kamera ini tidak mahal.
  • ひらがなは難しくないです。難し menjadi 難しくない
    • hiragana ha muzukashikunai desu.
    • hiragana tidak sulit.
  • 美味しくない食べ物です。美味し menjadi 美味しくない
    • oishikunai tabemono desu.
    • makanan yang tidak enak.
  • 高くないカメラです。高 menjadi 高くない
    • takakunai kamera desu.
    • kamera yang tidak mahal.

Perubahan Bentuk Lampau

Positif Lampau

Perubahan bentuk kata sifat i atau i-keiyooshi ke bentuk lampau dilakukan jika ingin menyampaikan sesuatu yang telah terjadi atau dimasa lampau. Cara perubahannya cukup mudah kita tinggal mengganti huruf (i) diakhir kata menjadi かった (katta).

POLA : KB は KS (い) + かったです。

Misal :

  • やす —- やすかった
  • たのし —- たのしかった
  • から —- からかった

Contoh :

  • このカメラは安かったです。
    • kono kamera ha yasukatta desu.
    • kamera ini murah. (kondisi sudah membeli)
  • 昨日のパーティは楽しかったです。
    • kinou no paati ha tanoshikatta desu.
    • pesta kemarin menyenangkan.
  • 今日の朝ごはんは辛かったです。
    • kyou no asa gohan ha karakatta desu.
    • (menu) sarapan pagi ini pedas. (kondisi sudah sarapan)
Negatif Lampau

Begitupun dengan bentuk lampau dari kata negatifnya. Kita hanya perlu mengganti huruf (i) pada くな (kunai) dengan かった (katta), sehingga akan menjadi くなかった (kunakatta). Atau lebih simpelnya ubah huruf い pada kata sifat-i menjadi くなかった.

POLA : KB は KS (い) + くなかったです。

Misal :

  • やす —- やすくなかった
  • たのし —- たのしくなかった
  • から —- からくなかった

Contoh :

  • このカメラは安くなかったです。
    • kono kamera ha yasukunakatta desu.
    • kamera ini tidak murah. (kondisi sudah membeli)
  • 昨夜のパーティは楽しくなかったです。
    • sakuya no paati ha tanoshikunakatta desu.
    • pesta tadi malam tidak menyenangkan.
  • このソースはぜんぜん辛くなかったです。
    • kono soosu ha zenzen karakunakatta desu.
    • saus ini sama sekali tidak pedas. (kondisi sudah mencicipi)

Kata Sifat -na Dan Perubahan Bentuknya

Kata sifat yang kedua adalah kata sifat -na. Kata sifat -na / na- keiyooshi atau juga disebut kata sifat non -i memiliki ciri-ciri terdapat tambahan huruf な (na) di belakanya.

Namun meskipun begitu, terkadang huruf な ini tidak dipakai. Bahkan jika mencarinya di kamus pun kata sifat ini ditulis tanpa tambahan な. Karena memang tambahan huruf な ini hanya dipakai didalam kalimat saja. Contoh kata sifat na antara lain, shinsetsu(na), kirei(na), suki(na), hima(na), dll.

Untuk daftar kata sifat -na selengkapnya, anda bisa membacanya di materi yang saya buat sebelumnya. Jumlah kata sifat na sendiri tidak begitu banyak jika dibandingkan kata sifat -i.

Pola Kalimat Kata Sifat -na

Sama halnya dengan kata sifat -i, kata sifat -na juga memiliki 2 fungsi. Yaitu sebagai predikat dan juga penjelas kondisi subjek. Hanya saja cara penggunaannya saja yang berbeda. Lebih jelasnya mari pahami penjelasan berikut ini.

KB は KS (な) です。(Sebagai Predikat)

Dalam pola kalimat ini, tambahan huruf な tidak dipakai. Atau simpelnya apabila terletak diakhir kalimat dan tidak ada kata lain setelahnya maka tambahan huruf な tidak dipakai. Perlu diingat, akhiran です itu bukan termasuk kata yang memiliki arti.

Misal :

  • にぎやか(な)
  • きれい(な)
  • すき(な)

Contoh :

  • 東京は賑やかです。
    • Toukyou ha nigiyaka desu.
    • Tokyo ramai
  • 彼女は綺麗です。
    • kanojyo ha kirei desu.
    • dia cantik
  • 私はらめんが好きです。
    • watashi ha ramen ga suki desu.
    • saya suka ramen

KS (な) + KB です。(Menerangkan Kondisi Kata Benda/Subjek)

Dalam pola kalimat seperti ini, dimana kata sifat na berfungsi sebagai penjelas kondisi kata bendanya maka tambahan huruf な harus dipakai. Ingat, penyebutan kata sifat yang menggambarkan kondisi suatu kata benda, urutan kalimatnya kebalikan dari bahasa Indonesia. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini.

Misal :

  • にぎやか(な)
  • きれい(な)
  • すき(な)

Contoh :

  • 賑やかな町です。
    • nigiyaka na machi desu.
    • kota yang ramai.
  • 綺麗な人です。
    • kirei na hito desu.
    • orang yang cantik.
  • 好きな果物です。
    • suki na kudamono desu.
    • buah kesukaan.

Anda mungkin masih penasaran kenapa kata sifat kirei, yuumei, dan kirai termasuk dalam kata sifat na padahal kan berakhiran huruf (i)? Mungkin alasannya karena jika ditulis dalam huruf kanji, tidak terdapat akhiran huruf い. Misal kanji 綺麗 (kirei) dan kanji 有名 (yuumei). Tapi kanji 嫌い (kirai) kok ada huruf い ? Mari kita cari jawabanya bersama-sama.

Perubahan Bentuk Kata Sifat -na

Sama halnya dengan kata sifat -i, kata sifat -na juga bisa mengalami perubahan bentuk ke bentuk negatif, bentuk positif lampau, dan bentuk negatif lampau sesuai situasi dan kondisi.

Perubahan Bentuk Negatif

Untuk merubah ke bentuk negatif, perlakuannya sama dengan perubahan bentuk kata benda. Yaitu merubah akhiran です menjadi ではありません atau じゃありません. Dengan catatan tambahan huruf な tidak dipakai. Atau simpelnya ganti tambahan huruf な menjadi ではありません.

POLA : KB は KS (な) + ではありません。

Misal :

  • にぎやかです。—- にぎやかではありません。
  • きれいです。—- きれいではありません。
  • すきです。—- すきではありません。

Contoh :

  • 北海道は賑やかではありません。
    • Hokkaido ha nigiyaka dewa arimasen.
    • Hokkaido tidak ramai.
  • 私は綺麗ではありません。
    • watashi ha kirei dewa arimasen.
    • saya tidak cantik
  • お酒が好きではありません。
    • osake ga suki dewa arimasen.
    • (saya) tidak suka sake.

Perubahan Bentuk Lampau

Cara merubahan bentuk lampau kata sifat na, baik itu positif lampau maupun negatif lampau sangatlah mudah. Kita hanya perlu mengganti akhiran です saja menjadi でした untuk positif lampau dan ではありませんでした untuk negatif lampau.

Positif Lampau

Merubah akhiran です menjadi でした.

POLA : KB は KS (な) + でした。

Misal :

  • にぎやかです。—- にぎやかでした。
  • きれいです。—- きれいでした。
  • すきです。—- すきでした。

Contoh :

  • 5年前、この町は賑やかでした。
    • go nen ame, kono machi ha nigiyaka deshita.
    • 5 tahun yang lalu, kota ini ramai.
  • 若い時、彼女は綺麗でした。
    • wakai toki, kanojyo ha kirei deshita.
    • ketika muda, dia cantik.
  • 小さい頃はサッカーが好きでした。
    • chiisai koro ha sakkaa ga suki deshta.
    • waktu kecil suka sepak bola.
Negatif Lampau

Merubah akhiran です menjadi ではありませんでした.

POLA : KB は KS (な) + ではありませんでした。

Misal :

  • にぎやかです。—- にぎやかではありませんでした。
  • きれいです。—- きれいではありませんでした。
  • すきです。—- すきではありませんでした。

Contoh :

  • この村は賑やかではありませんでした。
    • kono mura ha nigiyaka dewa arimasen deshita.
    • desa ini (sebelumnya) tidak ramai.
  • あの人は綺麗ではありませんでした。
    • ano hito ha kirei dewa arimasen deshita.
    • orang itu (sebelumnya) tidak cantik.
  • 小さい頃は人参があまりすきではありませんでした。
    • chiisai koro ha ninjin ga amari suki dewa arimasen deshita.
    • sewaktu kecil tidak begitu suka wortel.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *